MENDIDIK KEJUJURAN SEJAK ANAK USIA DINI




#Masalahnya
1. Ketika banyak orang bisa update status dan ngobrol2 yang melangit, Smoga mereka ada waktu untuk selalu merefleksi.. Sudah benarkah memilih kata2 yg tepat untuk mendidik anak? adakah unsur kebohongan dibalik kasihsayang? Atau justru pola asuh mendidiknya masih pola asuh warisan yg menyimpang (membohongi, membandingkan, melabel, menyalahkan dll).

Saat ini betapa banyak kasus2 ketidakjujuran diluarsana, yang jelas rumus kebohongan yakni "ketika kebohongan sdh dilakukan, pasti akan ditutupi kebohongan selanjutnya" entah darimana untuk mulai jujur kembali.

2. Anak dididik dengan ancaman, "kalau tidak mau makan, nanti ga boleh ikut pergi ayah lho"
Anak belajar kebohongan dari orang dewasa.

3. Misalnya saat anak dpt hadiah dari orang dewasa, kemudian mendorong anak untuk bilang suka padahal si anak tdk menyukainya.

4. Saat mengajak anak kedokter, orangtua mencoba berbohong dengan berkata "nanti kalau disuntik rasanya seperti digigit semut, tidak sakit"

Kejujuran adalah nilai yang wajib dijunjung tinggi oleh setiap orang. Namun diusia PAUD, anak terkadang merasa takut dimarahi sehingga berbohong.

Keluarga mjd sekolah pertama, pondasi utama bagi anak usia dini di usia emasnya (golden age) untuk melatih kejujuran.

Bgmn tips melatih anak jujur? Ini diantaranya:
1. Orang tua sebagai rolemodel/teladan bagi anak2 untuk jujur.
2. Menjalin ikatan yang erat dengan anak, berbagi kisah dan cerita keseharian untuk sounding terus bersikap jujur dalam setiap hal.
3. Tidak melabel anak dg sebutan "pembohong" apabila kebohongan itu sudah ketahuan.
4. Tidak menekan anak sehingga membuat dia takut dan melindungi diri dengan tidak jujur.
5. Tidak membuat janji2 palsu dengan anak, karna anak akan ingat janji2 orang dewasa padanya.
6. Memberikan pujian anak yang sudah melakukan kejujuran.

Komentar

Posting Komentar